Posts

Showing posts from July, 2012

Alasan Di Balik Kegagalan

Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan  berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan, la takkan  mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kerapkali. alasan serupa  dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin  besar pengingkaran pada diri sendiri. Ini menjauhkan anda dari  keberhasilan; sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah  mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk  meraih keberhasilan. Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliterliter  tanah keruh dari sungai, la saring lumpur dari pasir, la sisir pasir dari  logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan.  Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu  seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila anda terus  berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani  menyingkirk...

Motivasi Diri

Adalah keliru menuntut orang lain memotivasi anda. Tak seorang pun  bertanggung jawab atas timbul tenggelamnya motivasi itu di dalam diri  anda, melainkan anda sendiri. Pidato pemimpin yang menggebu-gebu,  program pelatihan yang menggairahkan atau pernyataan visi yang penuh  kalimat indah, semua itu hanya usaha mengetuk pintu motivasi diri anda. Bila anda tak berkenan membukanya, gedoran sekeras apa pun takkan  berguna. Karena anda bertanggung jawab atas perjalanan karier dan  hidup anda, maka bangunlah, bangunkan diri anda sendiri.  Anda pun tak bertanggung jawab pada naik turunnya motivasi orang lain. Karena anda tak selalu tahu apa harapan mereka. Motivasi selalu bertalian  dengan harapan. Sediakan tempat bagi mereka untuk memenuhi harapan  bersama: antara anda dan mereka. Kemudian bekerjalah bahu-membahu  untuk mewujudkannya. Motivasi selalu muncul dari kegembiraan. Sedangkan kegembiraan ditemukan dalam kerja bersama.

Tak Sesulit Yang Anda Bayangkan

Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar Dan  seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di  sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah  gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar  batu itu pun tumbuh tidak baik. Hari ini mata bajaknya pecah lagi. la lalu memikirkan bahwa semua  kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia  memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu. Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu.  Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal  sekitar 6 inchi saja.

Tetaplah Bersemangat

Seringkali situasi berjalan tak sesuai kehendak. Atau mungkin  meninggalkan anda. Mulai dari. promosi terhambat, usulan ditolak, hingga  hal sepele: data komputer rusak. Semua itu bisa jadi mengecewakan dan  getir. Anda dipersilakan memilih sikap apa pun yang anda mau. Namun  jangan sampai kehilangan semangat. Saat anda memilih untuk tetap  semangat dan positif, sesungguhnya pilihan itu tak banyak. Pertahankan  semangat anda meski situasi sulit dan tidak memihak anda. Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh empat jam  terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan harapan baru.  Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala sesuatunya. Kesulitan itu  hanya sementara datang untuk pergi. Janganlah kehilangan antusiasme  dan semangat, karena itulah pegangan yang kokoh. Semangat adalah  milik anda yang hakiki. Bukankah semangat adalah kata lain dari "spirit"? Sedangkan "spirit" adalah roh dan jiwa anda.

Jangan Melihat Ke Belakang

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19,  memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia  bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.  Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai  membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian  yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu  hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para  penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain,  mereka berdiri dan berteriak,"Hebat, hebat." Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk  duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu  senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi  isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.