Posts

Showing posts from October, 2012

3 Macam Karakter

Paul Stoltz mengelompokkan manusia menjadi 3 macam karakter, dalam  hubungannya dengan keteguhan. 1. The Quitter Ini adalah kelompok dimana sebagian besar orang berada. Mereka  dengan cepat akan putus asa dan menyerah begitu menemui  rintangan. Mereka akan segera turun dari pendakian gunung  kesuksesan dan tidak melanjutkannya. Mereka akan mengubur dalam dalam  keinginannya karena tidak berani menerima rintangan. Mereka  tidak teguh dengan mimpi yang dimilikinya. 2. The Camper Kelompok ini adalah orang yang telah melakukan pendakian gunung  kesuksesan dengan cukup jauh atau cukup tinggi, kemudian merasa  puas dan mencari tempat yang nyaman dan aman dari berbagai  macam gangguan untuk berkemah. Mereka akan menghabiskan sisa hidupnya di situ. Kelompok ini memang lebih “berani” dalam menghadapi rintangan  daripada kelompok pertama. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa  pendakian yang sesungguhnya adalah pertumbuhan dan p...

Menciptakan Karakter

Karakter terbentuk dari kebiasaan. Ini artinya, kita bisa menciptakan karakter  yang bagus bagi diri kita. Yang perlu dilakukan adalah membiasakannya. Seorang filsuf besar seperti Aristoteles menyatakan bahwa karakter kita  dibentuk oleh kebiasaan. Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.  Jadi, kesuksesan bukanlah suatu perbuatan, tetapi suatu kebiasaan. Kalau  kita terbiasa sabar, maka karakter kita adalah orang penyabar. Kalau kita  terbiasa jujur, maka karakter yang akan terbentuk pada diri kita adalah orang  yang jujur. Jadi, untuk menciptakan karakter yang baik, atau mengubah karakter yang  buruk menjadi baik adalah mulai bertindak dan membiasakannya.  Hal yang sama juga bisa diterapkan pada kecerdasan otak kita. Jika kita bisa  menemukan cara yang paling tepat untuk belajar bagi kita sendiri, dan  menjadikannya kebiasaan, maka Anda akan mempunyai karakter otak yang  optimal.

Menghilangkan Kegagalan

“Tidak menjadi soal jika kita menabrakkan kepala-kepala kita dan gagal. Kita  terus menabrak dan menabrak dan menabrak dan menabrak.” Steve Ballmer Cara menghilangkan kegagalan adalah dengan menganggapnya sebagai sebuah informasi keberhasilan. Segala hal menjadi suatu keberhasilan bagi seorang sukses sejati. Bahkan, jika kebanyakan orang menganggapnya adalah suatu kegagalan, ia justru menganggap itu adalah sebagai keuntungan, karena dengan itu, ia mendapatkan informasi untuk mengevaluasi langkah yang telah diambil sebelumnya, untuk digunakan dalam memperbaiki diri. Malah, ia justru akan merasa rugi kalau ia tidak mendapatkan informasi (kegagalan) itu. Kesulitan bukanlah hambatan, tapi suatu tahap menuju keberhasilan. Tanda dekatnya siang adalah gelapnya malam. Ketika kita melihat malam sudah sangat gelap, maka tahap berikutnya akan timbul fajar…dan siang sudah dekat. Persepsi positif akan segala sesuatu, pemaknaan t...