Perusahaan Film Asing Resmi Tinggalkan Indonesia
JAKARTA - Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film asing di Indonesia, resmi menarik filmnya dari seluruh bioskop di Tanah Air.
Tindakan MPA itu merupakan respons kebijakan bea cukai Indonesia yang memberlakukan bea masuk atas hak distribusi film impor sejak Kamis, 17 Februari 2011.
"MPA mewakili sejumlah perusahan film asing di Indonesia sudah resmi menarik semua film mereka. Bukan hanya film baru, tapi juga yang sudah beredar," ungkap juru bicara 21 Cineplex, Noorca M Masardi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (18/2/2011) malam.
Menurut Noorca, MPA sempat menyatakan keberatannya atas kebijakan bea masuk itu. Namun, keberatan MPA tak digubris. Alhasil sejak Jumat, 18 Februari 2011 tak ada lagi film asing di bioskop Indonesia.
"Ternyata sekarang yang saya dengar seluruh film asing yang ada di Indonesia sudah diturunkan dari semua bioskop di Indonesia. Jadi mulai hari ini sudah tidak ada lagi film-film asing yang ditayangkan di semua bioskop termasuk bioskop 21," paparnya.
Kepergian MPA dari Indonesia jelas pukulan telak buat pengusaha bioskop. Pasalnya, MPA merupakan gabungan dari perusahaan film terbesar di Amerika yang filmnya didistribusikan hampir ke seantero dunia.
Tercatat, Walt Disney Company, Sony Pictures, Paramount Pictures, 20th Century Fox, Universal Studios, Warner Bros merupakan salah satu perusahaan film yang tergabung dalam MPA.
Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2011/02/19/206/426430/perusahaan-film-asing-resmi-tinggalkan-indonesia
Setelah distributor film Hollywood pergi, kini giliran film Bollywood dan Mandarin yang memutuskan hengkang dari industri bioskop Indonesia.
Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengikuti jejak Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film Amerika. IKAPIFI dan MPA serempak menyetop distribusi film ke Indonesia.
"Sekarang IKAPIFI juga ikut berhenti mendistribusikan film ke Indonesia. Yang mereka impor itu bukan hanya film Hollywood saja, tapi film Mandarin, India, dan lain-lain. Semua film di dunia, termasuk film independen," jelas juru bicara 21 Cineplex, Noorca M Massardi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (18/2/2011) malam.
Dengan begitu, lanjut Noorca, bioskop Indonesia hanya mengandalkan film lokal. Hal itu jelas akan berdampak pada keberlangsungan usaha bioskop lantaran penonton tak punya film alternatif.
"Bioskop sekarang hanya mengandalkan film lokal. Kalau mau dilihat dari jumlah produksi, film lokal dan film asing itu perbandingannya jauh sekali. Film lokal rata-rata hanya 50 film saja setahun. Coba bandingkan dengan film asing yang bisa mencapai 500 film," paparnya.
Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2011/02/19/206/426497/film-bollywood-mandarin-ikut-hijrah-dari-indonesia
Tindakan MPA itu merupakan respons kebijakan bea cukai Indonesia yang memberlakukan bea masuk atas hak distribusi film impor sejak Kamis, 17 Februari 2011.
"MPA mewakili sejumlah perusahan film asing di Indonesia sudah resmi menarik semua film mereka. Bukan hanya film baru, tapi juga yang sudah beredar," ungkap juru bicara 21 Cineplex, Noorca M Masardi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (18/2/2011) malam.
Menurut Noorca, MPA sempat menyatakan keberatannya atas kebijakan bea masuk itu. Namun, keberatan MPA tak digubris. Alhasil sejak Jumat, 18 Februari 2011 tak ada lagi film asing di bioskop Indonesia.
"Ternyata sekarang yang saya dengar seluruh film asing yang ada di Indonesia sudah diturunkan dari semua bioskop di Indonesia. Jadi mulai hari ini sudah tidak ada lagi film-film asing yang ditayangkan di semua bioskop termasuk bioskop 21," paparnya.
Kepergian MPA dari Indonesia jelas pukulan telak buat pengusaha bioskop. Pasalnya, MPA merupakan gabungan dari perusahaan film terbesar di Amerika yang filmnya didistribusikan hampir ke seantero dunia.
Tercatat, Walt Disney Company, Sony Pictures, Paramount Pictures, 20th Century Fox, Universal Studios, Warner Bros merupakan salah satu perusahaan film yang tergabung dalam MPA.
Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2011/02/19/206/426430/perusahaan-film-asing-resmi-tinggalkan-indonesia
Setelah distributor film Hollywood pergi, kini giliran film Bollywood dan Mandarin yang memutuskan hengkang dari industri bioskop Indonesia.
Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengikuti jejak Motion Pictures Asscociation (MPA), organisasi yang mewakili perusahaan film Amerika. IKAPIFI dan MPA serempak menyetop distribusi film ke Indonesia.
"Sekarang IKAPIFI juga ikut berhenti mendistribusikan film ke Indonesia. Yang mereka impor itu bukan hanya film Hollywood saja, tapi film Mandarin, India, dan lain-lain. Semua film di dunia, termasuk film independen," jelas juru bicara 21 Cineplex, Noorca M Massardi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (18/2/2011) malam.
Dengan begitu, lanjut Noorca, bioskop Indonesia hanya mengandalkan film lokal. Hal itu jelas akan berdampak pada keberlangsungan usaha bioskop lantaran penonton tak punya film alternatif.
"Bioskop sekarang hanya mengandalkan film lokal. Kalau mau dilihat dari jumlah produksi, film lokal dan film asing itu perbandingannya jauh sekali. Film lokal rata-rata hanya 50 film saja setahun. Coba bandingkan dengan film asing yang bisa mencapai 500 film," paparnya.
Sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2011/02/19/206/426497/film-bollywood-mandarin-ikut-hijrah-dari-indonesia
Comments
Post a Comment
Silahkan berikan komentar anda tentang postingan ini.
Terima Kasih