Museum Penis ...
Museum Penis? Begitulah sang pemilik, Sigurdur Hjartarson, 69 tahun, menyebutnya. "Museum ini saya buka 15 tahun lalu hanya dengan 62 spesimen," ujarnya, bangga. "Sekarang aku punya 276 spesimen, termasuk satu penis manusia." Maklumlah, semasa muda, pensiunan guru ini kerap diberi oleh-oleh penis binatang laut oleh teman-temannya. Museum yang terletak di Husavik ini memiliki koleksi 209 penis.

Setelah koleksinya bertambah banyak, ia pun membuka Museum Penis. "Ada orang Amerika, Inggris, dan Jerman yang bersedia mendonasikan penisnya," tutur Hjartarson.
Penis paus, anjing laut, beruang, dan pelbagai mamalia lainnya yang telah dibekukan dalam stoples atau akuarium dipajang di sana. "Museumku ini memikat banyak wisatawan."
Koleksinya terdiri dari penis asli hewan laut dan darat yang dapat ditemukan di Islandia, seperti ikan paus, beruang, singa laut. Museum ini dibuka sejak 1997. Pada awal berdirinya museum kurang lengkap tanpa koleksi dari manusia.
Kini, seluruh koleksi museum telah lengkap. Sebuah penis manusia juga dipajang di museum ini. Pall Arason yang meninggal saat berusia 95 tahun menghibahkan penisnya untuk museum itu.
Setelah koleksinya bertambah banyak, ia pun membuka Museum Penis. "Ada orang Amerika, Inggris, dan Jerman yang bersedia mendonasikan penisnya," tutur Hjartarson.
Penis paus, anjing laut, beruang, dan pelbagai mamalia lainnya yang telah dibekukan dalam stoples atau akuarium dipajang di sana. "Museumku ini memikat banyak wisatawan."
Koleksinya terdiri dari penis asli hewan laut dan darat yang dapat ditemukan di Islandia, seperti ikan paus, beruang, singa laut. Museum ini dibuka sejak 1997. Pada awal berdirinya museum kurang lengkap tanpa koleksi dari manusia.
Kini, seluruh koleksi museum telah lengkap. Sebuah penis manusia juga dipajang di museum ini. Pall Arason yang meninggal saat berusia 95 tahun menghibahkan penisnya untuk museum itu.
Comments
Post a Comment
Silahkan berikan komentar anda tentang postingan ini.
Terima Kasih