Berdebat dengan Pasangan, Seberapa Penting?


PERNAHKAH Anda berpikir, "Aku mencintai suamiku, tetapi aku tidak benar-benar menyukainya" atau "Aku jatuh cinta pada pasanganku, tapi sekarang tidak lagi"? Konselor pernikahan menemukan, banyak pasangan putus asa memikirkan strategi menghidupkan cinta mereka.

Pasangan ingin tetap bersama menapaki biduk rumah tangga, tetapi mengaku kurang terampil berkomunikasi untuk saling menghormati, menghargai, memberi kasih sayang, dan keintiman. Tidak hanya menerima masing-masing secara apa adanya (alias tak mau mengupayakan cinta), mereka bahkan kerap terlibat perkelahian hingga meninggalkan kebencian dan kemarahan.

Dalam bukunya, Fight Less, Love More: 5-Minute Conversations to Change Your Relationship without Blowing Up or Giving In, konselor pernikahan dan keluarga Laurie Puhn JD mengatakan, penyebab ketidakpuasan hubungan adalah kurangnya kemampuan verbal.


Secara sederhana, keretakan hubungan bisa diperbaiki dengan 5 menit komunikasi yang menunjukkan Anda saling peduli. Anda tidak perlu banyak waktu berkualitas untuk meningkatkan hubungan. Anda hanya perlu cara berkomunikasi dengan lebih baik. Ini dia lima tipnya untuk Anda, seperti dilansir Gen Connect.

Pilih topik yang tepat

Sebelum Anda mulai mengkritik pasangan karena lupa membaya payung sebelum berangkat ke kantor, tanyakan pada diri sendiri sebuah pertanyaan bijak, "Apakah ini memengaruhi saya?". Dalam kasus ini, tidak. Ia tiba di rumah dalam kondisi basah kuyup, bukan Anda. Jadi jangan memilih topik pertengkaran tidak penting seperti ini. Alih-alih menggunakan kalimat, "Aku sudah bilang, bawa payung!", lebih baik ucapkan kalimat penuh cinta, "Badanmu basah, biar kuambilkan handuk."

Berikan pujian tentang kepribadiannya

Tiap orang senang dipuji, tapi akan semakin senang jika pujiannya bersifat khusus. Puhn pernah melakukan jajak pendapat dengan pertanyaan, “Anda lebih suka dipuji baik atau tampan oleh pasangan?”. Hasilnya, sebanyak 84 persen memberikan jawaban "baik". Temukan kesempatan setiap hari untuk memuji kepribadian pasangan, bukan dasi atau sweater yang ia pakai.

Hindari berargumen terlalu dini

Banyak pasangan terlibat pertengkaran dengan argumen bodoh. Puhn menyebutnya "argumen prematur". Kalau ingin memperdebatkan sesuatu, pastikan Anda punya argumen jelas agar solusi yang didapat tak berlarut-larut karena menunggu cukupnya informasi. Contoh, meminta waktu pasangan untuk menemani janji ke dokter, tapi Anda belum punya jadwal dokter tersebut.

Ketika Anda sadar bahwa Anda sedang berdebat tentang sesuatu sebelum waktunya, cobalah menahan diri dan berkata, "Kita belum perlu berargumen soal ini. Kita tunda dulu sampai informasinya lengkap."

Tunjukkan Anda peduli

Mengingatkan hal sederhana kepada pasangan menunjukkan banyak cinta Anda. Jika Anda tahu pasangan harus mengikuti pertemuan penting, janji, dan sebagainya, tindaklanjuti dengan mengingatkannya. Meski tak diucapkan, ia tahu bahwa Anda peduli dengan urusannya.

Jika Anda tidak memiliki apapun untuk ditindaklanjuti, itu tanda bahwa Anda tidak tahu apa yang terjadi pada hari-hari pasangan. Jadi, mulailah bertanya, mendengarkan, dan mengingat.
(ftr) 


Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/21/197/384983/berdebat-dengan-pasangan-seberapa-penting

Comments

Popular posts from this blog

6 Cara Mudah Membuat Orang Lain Suka Kita

Wawangker Olshop